Wisata Alam dan Religi Peninggalan Sunan Kalijaga, Sendang Bulusan Purwodadi

Apabila ingin mengunjungi wisata alam yang cukup terkenal di Purwodadi, salah satu pilihan yang bisa traveler ambil adalah Sendang Bulusan. Dari banyaknya sendang, Sendang Bulusan ini memiliki legenda yang cukup termasyur.

Legenda Sendang Bulusan

Legenda ini bermula ketika Sunan Kalijaga menyuruh Ki Dudo menunggu sebuah tongkat. Sesudah dijalani selama berhari-hari lamanya dan Sunan Kalijaga tidak kunjung datang, pada akhirnya tergeraklah hati Ki Dudo mencabut tongkat tersebut. Ki Dudo yang sudah merasa sangat haus dan lelah segera mencabutnya. Begitu tongkat dicabut, keluar air yang jernih dan bisa diminum oleh Ki Dudo.

Setelah meminum air dari pancuran ini, datang Sunan Kalijaga serta bertanya pada Ki Dudo, apakah sesudah beliau meninggalkannya selama beberapa hari, terjadi sebuah kejadian. Ki Dudo pun menjawab dengan setulus hati apabila tongkat yang seharusnya ia jaga dicabut dan mengeluarkan air jernih.

Spontan, Sunan Kalijaga marah dan akhirnya berkata pada Ki Dudo, jika ia bukan manusia namun bulus. Saat itu juga, Ki Dudo berubah menjadi bulus dan berdiam di dalam air bekas tancapan tongkat. Pada akhirnya, genangan ini berubah menjadi sendang.

Jenihnya Air Sendang Bulusan

Terlepas dari adanya legenda yang berkembang, traveler tidak dapat menolak jika Sendang Bulusan ini memiliki air yang sangat jernih. Traveler bisa menikmati suasana yang berbeda di sini, karena masih asri dan cukup jauh dari perkotaan. Selain legenda yang menyelimutinya, salah satu daya tarik Sendang Bulusan ini ialah kepercayaan masyarakat yang bisa meminta hajat dari sini.

Cerita itu bermula ketika zaman Arya Pinangsang digugat, dia ditugaskan bertapa di dalam hutan. Di sana, Arya Penangsang menemukan suatu sendang dengan air yang sangat jernih. Di dalamnya terdapat seekor bulus jantan. Melihat sang bulus, Arya Penangsang tergerak hati untuk mengambil bulus betina yang berasal dari daerahnya yakni di Desa Jipang.

Maksud dari Arya Penangsang mengambil bulus betina ini adalah, agar bulus jantan tersebut punya pasangan dan dapat berkembang biak. Saat mengambil bulus betina, Arya Penangsang mengajak 2 orang abdi yakni Kaki Keras dan Nini Keras yang diberi tugas menjaga sendang.

Ketika waktu itu dia juga bersabda jika tipak tilas ia setelah tempat ini menjadi ramai, jadilah Desa Jipang. Untuk mengenang dan menghormati sendang tersebut, siapa saja yang memiliki hajat agar memberi makan bulus berupa jenang dengan jumlah 44 bungkus.

Jumlah ini memiliki makna hasil karya dari 4 orang yakni Arya Pinangsang, Sunan Kalijaga, Kaki Keras dan Nini Keras. Entah benar atau tidak kisah legenda tersebut, namun yang jelas wisata alam Sendang Bulusan Purwodadi merupakan obyek yang tidak boleh dilewatkan saat liburan ke kota ini.